Berlari di Antara Tertawaan Orang
By : Mahendra Sulistyo
Sendiriku di kesunyiam malam, terpejam didalam angan
Di depan sebuah impian, yang tak pernah lelah untuk kupegang
kenapa sampai sekarang ini semua terasa indah dan menyenangkan
keringat yang mengalir, rasa lelah yang setiap hari hadir
rasa kantuk yang tak pernah berakhir
layaknya pohon yang semakin tinggi, banyak juga yang akan membuatnya mati
tapi si pohon tetap berdiri, dengan keyakinan dan percaya diri
bahwa ia mampu untuk hidup dan berarti
kekosongan dalam diri selalu menyelimuti, itu pasti
tapi pengalaman pahit itulah yang membuatnya semakin tinggi
Ketika kita mempunyai sebuah impian yang besar
semangatnya pun terus membakar
saat itulah kita sadar
orang lain menertawakan apa yang kita impikan
saat itu berlarilah, berlarilah sekencang mungkin
lantunan melodi pun terus berdebar
kumpulkan semua kekuatan untuk melompat lebih tinggi dan tinggi lagi
tinggalkan orang yang menertawakanmu
dengan membuktikan bahwa kita mampu
Ini hanya soal waktu
terus berjalan tanpa kenal malu
terus meninggalkan tanpa kenal suhu
oleh karena itu, kita harus tahu
bahwa kita adalah orang nomer satu.
percaya diri dan teruslah optimis
karena semua ini akan terasa manis
layaknya matahari dan hujan
kita perlu keduanya untuk membuat pelangi yang indah.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar